Percabangan Pascal: Panduan Lengkap Logika IF, ELSE, & ELSE IF
Saat membuat program, kita tidak selalu ingin semua baris kode dieksekusi. Seringkali, kita perlu membuat program yang bisa "membuat keputusan". Proses inilah yang disebut percabangan logika (selection).
Bayangkan program sebagai sebuah jalan. Percabangan adalah persimpangan yang memungkinkan program memilih jalur mana yang akan diambil berdasarkan kondisi tertentu. Di Pascal, alat utama untuk membuat persimpangan ini adalah pernyataan IF. Mari kita pelajari tiga bentuk utamanya.
1. Struktur IF-THEN (Kondisi Tunggal)
Ini adalah bentuk percabangan paling sederhana. Blok kode di dalamnya hanya akan dijalankan jika sebuah kondisi bernilai benar (True). Jika kondisi salah (False), blok kode tersebut akan diabaikan sepenuhnya.
Analogi: "Jika lampu hijau, maka jalan." Program hanya diberi satu instruksi untuk satu kondisi.
Format Penulisan:
IF (kondisi) THEN
begin
// Blok kode yang dieksekusi jika kondisi True
end;
Contoh Program: Menampilkan pesan "Anda Lulus" hanya jika nilai lebih besar dari 75.
program CekKelulusan_Simple;
var
nilai: integer;
begin
write('Masukkan nilai Anda: ');
readln(nilai);
if (nilai > 75) then
begin
writeln('Selamat! Anda dinyatakan LULUS.');
end;
writeln('Pengecekan selesai.');
readln;
end.
Jika Anda memasukkan nilai 80, kondisi (80 > 75) bernilai True, sehingga pesan "Selamat! Anda dinyatakan LULUS." akan muncul. Jika Anda memasukkan 60, tidak ada output tambahan yang muncul dari blok IF.
2. Struktur IF-THEN-ELSE (Dua Pilihan)
Struktur ini menyediakan pilihan alternatif jika kondisi pertama tidak terpenuhi (False). Ini memungkinkan program untuk menangani dua kemungkinan hasil.
Analogi: "Jika hari ini cerah, maka pergi ke pantai. Jika tidak, maka nonton film di rumah."
Format Penulisan:
IF (kondisi) THEN
begin
// Blok kode 1 (dijalankan jika kondisi True)
end
ELSE
begin
// Blok kode 2 (dijalankan jika kondisi False)
end;
Contoh Program: Memberikan keterangan "LULUS" atau "TIDAK LULUS" berdasarkan nilai.
program CekKelulusan_Lengkap;
var
nilai: integer;
begin
write('Masukkan nilai Anda: ');
readln(nilai);
if (nilai > 75) then
begin
writeln('Selamat! Anda dinyatakan LULUS.');
end
else
begin
writeln('Maaf, Anda TIDAK LULUS. Coba lagi!');
end;
readln;
end.
Penting! Perhatikan, baris
endsebelum kata kuncielsetidak diakhiri dengan titik koma (;). Ini adalah aturan sintaksis penting di Pascal.
3. Struktur IF-THEN-ELSE IF (Banyak Pilihan)
Bagaimana jika ada lebih dari dua kemungkinan? Misalnya, untuk menentukan nilai A, B, C, D, atau E. Untuk kasus seperti ini, kita menggunakan struktur IF majemuk atau bertingkat.
Analogi: "Jika punya uang > 100rb, makan steak. Jika tidak, tapi punya > 50rb, makan pizza. Jika tidak, tapi punya > 20rb, makan nasi goreng. Jika tidak punya uang sama sekali, minum air putih saja."
Studi Kasus 1: Cek Bilangan Positif, Negatif, atau Nol
Program ini menentukan kategori sebuah bilangan yang diinput oleh pengguna.
program CekBilangan;
var
bilangan: integer;
begin
write('Input sebuah bilangan bulat: ');
readln(bilangan);
if (bilangan > 0) then
begin
writeln('Ini adalah Bilangan Positif.');
end
else if (bilangan < 0) then
begin
writeln('Ini adalah Bilangan Negatif.');
end
else
begin
writeln('Anda menginput Bilangan Nol.');
end;
readln;
end.Studi Kasus 2: Kalkulator Indeks Massa Tubuh (BMI)
Program ini menghitung BMI dan memberikan kategori kesehatan berdasarkan hasilnya.
Rumus BMI: Berat (kg) / (Tinggi (m) * Tinggi (m))
program HitungBMI;
var
bmi, berat, tinggi: real;
begin
writeln('--- Kalkulator BMI ---');
write('Input berat badan Anda (kg): ');
readln(berat);
write('Input tinggi badan Anda (m) : ');
readln(tinggi);
bmi := berat / (tinggi * tinggi);
writeln('--------------------------');
writeln('Nilai BMI Anda adalah: ', bmi:0:2);
write('Kategori : ');
if (bmi >= 30) then
writeln('Obesitas')
else if (bmi >= 23) then
writeln('Berat Badan Berlebih')
else if (bmi >= 18.5) then
writeln('Berat Badan Normal')
else
writeln('Berat Badan Kurang');
readln;
end.
Catatan: Pada contoh BMI, blok
begin...endsetelahthendanelsebisa dihilangkan jika kode yang dijalankan hanya terdiri dari satu baris perintah.
Kesimpulan
Logika percabangan IF adalah tulang punggung dari program yang "cerdas" dan dinamis. Dengan memahami ketiga struktur ini, Anda dapat mengontrol alur program Anda untuk merespons berbagai macam kondisi dan input.
- Gunakan
IF-THENuntuk pemeriksaan satu arah. - Gunakan
IF-THEN-ELSEuntuk pilihan "ini atau itu". - Gunakan
IF-THEN-ELSE IFuntuk skenario dengan banyak kemungkinan.
Tantangan: Buatlah sebuah program untuk mengkonversi nilai angka (0-100) menjadi nilai huruf (A, B, C, D, E) menggunakan struktur IF-THEN-ELSE IF!
